CIRCULAR ECONOMY PEDESAAN: MENGOPTIMALKAN LIMBAH DAUN KARET MENJADI ENERGI ALTERNATIF BERKELANJUTAN DI DESA TANOH MIRAH
Keywords:
circular economy, limbah daun karet, briket arang, energi alternatif, pemberdayaan masyarakatAbstract
Desa Tanoh Mirah sebagai sentra perkebunan karet di Aceh Barat menghadapi permasalahan pengelolaan limbah daun karet yang mencapai 130-156 ton per tahun. Pembakaran terbuka limbah ini menghasilkan emisi gas rumah kaca 3.000-3.600 ton CO2 ekuivalen dan gangguan kesehatan masyarakat. Tujuan pengabdian ini adalah mengimplementasikan konsep circular economy untuk mengubah limbah daun karet menjadi briket arang sebagai energi alternatif berkelanjutan. Metode pelaksanaan menggunakan pendekatan kualitatif konstruktivis dengan triangulasi data melalui observasi partisipatif, wawancara mendalam, dan dokumentasi terhadap 15 kepala keluarga petani karet selama 40 hari. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pengetahuan masyarakat dari skor 45,3 menjadi 78,6, produksi 450 kg briket berkualitas standar SNI dengan nilai kalor 4.125 kcal/kg, dan tambahan pendapatan Rp 180.000-250.000 per bulan per keluarga. Program berhasil mengurangi 78% praktik pembakaran limbah dan menurunkan emisi 2,1 ton CO2 ekuivalen per bulan. Temuan penting menunjukkan orientasi masyarakat lebih tertarik memanfaatkan briket untuk ekspor daripada konsumsi domestik. Implementasi circular economy terbukti efektif mengatasi masalah lingkungan sekaligus membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat pedesaan.
